Pengalaman di Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2016

Pariaman tadanga langang batabuik makonyo rami, yaa itulah kata-kata yang sering kita dengar tentang pariaman selain uang jampuik lah ya.

okeeh kali ini saya akan share bagaimana pengalaman pergi ke Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2016, pada tanggal 16 Oktober 2016 bertepatan pada hari minggu saya bersaya uda Rian berangkat menuju pariaman jam 10.00 WIB, janji awalnya berangkat jam 9.00 WIB, karena hari hujan dan tidak memungkinkan untuk berangkat maka dari itu berangkatnya kami undur sampai hujan reda.

Walaupun di Padang hujan sudah reda, tapi selama di perjalanan kita justru hujan-hujanan beruntung Jas hujan ready jadi tidak perlu khawatir. Pada saat jam 12.00 WIB saya sampai di Pariaman, jalan menuju Pantai Gondariah sudah di tutup oleh Polisi dan di alihkan ke arah pasar Pariaman.

Menurut saya tabuik tahun ini tidak siap, karena saya sudah pernah datang sebelumnya pada Hoyak Tabuik 2015 dan disini saya bisa memberi perbandingangannya, saat saya baru sampai di pasar, langsung saya melihat tabuik pasa yang masih di atas mobil Truck dan di bungkus terpal biru, telihat masih banyak bagian tabuik yang belum selesai di rakit, berbeda dengan tabuik seberang yang di rakit dekat tugu tabuik, tabuik seberang lebih siap dan tabuiknya sudah berdiri dan tinggal perakitan sedikit lagi, apa mungkin tabuik pasa lambat karena alasan hujan? yaa itu bisa saja, tapi bagaimana dengan tabuik seberang? kenapa bisa lebih cepat siap? hhmm sepertinya tidak ada alasan. 😀

Beginilah kondisi Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang

Pesona Hoyak Tabuik
Tabuik Pasa

 

Tabuik Subarang
Tabuik Subarang

Terlihat perbedaan jauh persiapan Tabuik pasa dengan Tabuik Subarang, saat tabuik di arak dan di hoyak ke arah laut telah menti ribuan manusia di pantai Gondariah pariaman ada yang mengikuti tabuik dari pasa sampai ke pantai ada juga orang yang menunggu di pantai saja, yaa saya, uda Rian, bg Emen dan bg Oji hanya menunggu di pantai karna sekaligus mencari Spot menarik untuk foto tabuik yang mau di buang ke laut.

Seperti biasa panggung dan tenda untuk para pejabat sudah di sediakan di pinggir pantai, hoyak tabuikpun berhenti karna ada kata sambutan dari petinggi-petinggi yang hadir pada saat itu..

Lamaa…

Lamaaaa…

Lamaaaaaaa….

yaa begitulah keluh kesah masyarakat yang menunggu tabuik untuk di buang ke laut, maklum saja, satu pejabat bisa menghabiskan 15-20 menit untuk berbicara, dan pada saat itu kalau saya tidak salah ada 5 pejabat yang memberi kata sambutan, silahkan di kali-kalikan saja sendiri berapa lama waktu untuk mereka.

langitpun sudah sangat gelap, gerimispun sudah mulai membasahi pantai, dan Akhiirnya mereka selesai memberi kata sambutan, tabuik di hoyak dan siap untuk di buang ke laut. seperti yang sudah saya bahas sebelumnya tabuik pasa yang tidak siappun terlihat hasilnya disini, tabuik subarang sudah jalan menuju laut tapi tabuik Pasa mengalami masalah dan sudah jatuh duluan di Pasir pantai gondariah..

Pesona Hoyak Tabuik

Hujan yang sangat deraspun mulai turun, dan saya bergegas pergi tanpa dapat foto dari tabuik pasa yang sudah jatuh duluan, terdengar anak-anak meneriakan ” haaaa Tabuik Pasa kalah, hahaha Tabuik Pasa kalah”, saya tetap berlari mencari tempat untuk berlindung dari hujan yang sangat deras yang sudah turun di Pariaman.

Sekian dulu pengalaman saya di Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2016, semoga tahun depan panitia pelaksana bisa lebih baik lagi dan tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan seperti ini.

Advertisements